MANUSIA VERY LIMITED EDITION

Ketika ada open recruitmen kelahiran, banyak sekali peserta yang antusias mengikuti. Jumlahnya bisa mencapai ratusan juta sekali ikut. Setiap peserta harus melewati beberapa tes yang ada. Siapa yang cepat dan kuat, dia lah yang akan menang ( dipilih ) . Pun setelah berhasil menjadi pemenang, dia akan ditraining terlebih dulu selama 9  bulan.  

 

Selama masa training, ia akan digembleng, sehingga  pada saatnya nanti Ia akan siap menjalankan tugasnya. Ia akan difasilitasi berupa nyawa, kendaraan ( tubuh ), teknologi canggih ( akal ) dan fasilitas lainnya. Sebelumnya ia juga akan menandatangani kontrak kerja sebagai perjanjian dengan The Big Bos, ( Allah SWT ),  termasuk berapa jumlah gaji ( rezeki ), lamanya masa tugas ( usia ), partner ( jodoh ) dan sebagainya yang akan diterimanya kelak. Jika Ia menyanggupi kontrak kerja, maka Ia akan diterima ( dilahirkan ),  begitupun sebaliknya.

 

Berikut kontrak kerja perjanjian manusia dengan Allah SWT yang diabadikan dalam Quran Surat Al A'raaf ayat 172.

" Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari Sulbi mereka dan Allah Ta'ala mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) " Bukankah Aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab, " Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi" . (Kami lakukan yang demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan, " Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Keesaan Tuhan)"

 

Setelah selesai menjalani masa training dan menandatangi kontrak kerja, Ia akan ditugaskan ditempat yang sudah ditentukan. Tugasnya juga sudah jelas. Berikut job description manusia yang sudah tetulis didalam QS. Adz-Dzariyaat ayat 56

 

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” 

 

Itulah kita sebagai  manusia, yang sebelum berada di masa kandungan harus berjuang melawan calon diri kita sendiri. Berarti kita saat ini adalah pemenang dari jutaan peserta lain yang berjuang. Kita adalah yang terbaik, terkuat, tercepat dari yang pernah bersaing dalam open recruitment . Kita yang berhasil lahir di dunia , bagaikan melamar pekerjaan yang sangat kita inginkan, gaji besar, tapi yang ndaftar banyak. Sampai-sampai tes seleksinya diadakan di lapangan sepakbola saking banyaknya. Dan akhirnya hanya satu yang lolos, dan itu kita. Po nggak senang…?

 

Tapi manusia sering lupa atas apa yang sudah di sepakati dengan Tuhannya. Mungkin ini yang sering kita lakukan juga ketika berjanji. Kita sering  bilang “ insya Allah “ tapi ada niat untuk tidak memenuhi janji itu.  Ibarat naik motor, sein kanan tapi belok kiri. Duh Gusti, paringono kuwaci.

 

Manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang paling sempurna. Ia diciptakan berbeda dengan yang lainnya. Manusia memang sangat unik, tidak ada duanya, karena walaupun sudah milyaran manusia diciptakan di dunia, tidak ada satupun yang sama walau kembar sekalipun. Podo-podo mangan sego, tetep bedo.

 

Allah menciptakan manusia secara pribadi, bukan masal. Dia yang menghendaki-Nya. Di samping berbeda dalam warna kulit, bentuk wajah, rambut, tinggi, bentuk sidik jari, dan lain sebagainya, ada hal lain yang berbeda dari tiap individu.  Karena tiap orang memiliki keunikannya sendiri.

 

Keunikan ini yang sering disebut sebagai bakat. 

 

*****

Dalam Film 3 Idiots diceritakan

Farhan adalah anak orang kaya yang mencintai fotografi dan terpaksa kuliah jurusan teknik atas desakan ayahnya. Ayahnya  begitu bersikeras agar Farhan menjadi insinyur. Semua daya dan upaya seorang ayah dia kerahkan agar sang anak bisa sukses menjadi insinyur. Akhirnya Farhan  menjalani kuliah dengan setengah hati, Ia lebih suka bermalas-malasan dan sering mendapat nilai paling rendah di kelasnya.

 

Berkat Rancho sahabatnya, Farhan berani menghadapi ayahnya untuk meyakinkan sang ayah akan pilihan hidupnya sebagai fotografer.  Awalny Ayanya marah, tapi setelah Farhan memohon dan menjelaskan, Ayahnya Farhan bangkit dari duduknya, menuju ke meja dan mengusap-usap laptop yang tergeletak di atas meja. Dia lalu menyebut harga laptop yang dibelinya dengan susah payah itu.

 

Setelah terdiam sesaat, dia bergumam. “Berapa harga sebuah kamera? “ Seakan tak membutuhkan jawaban, sang ayah melanjutkan, “Jual laptop ini, uangnya belikan kamera. Kalau kurang, bilang ayah.”
Tak kuasa menahan haru, Farhan memeluk ayahnya. “Jadilah apa yang kamu inginkan. Bukan yang ayah inginkan,” ujar sang ayah dengan suara bergetar. Sang ibu yang berdiri tak jauh dari mereka, tak kuasa membendung tangis bahagia.

 

*****

 

Segala sesuatu yang apabila kita mengerjakannya merasa senang, mudah mengerjakannya, hasilnya menjadi bagus ( maksimal ) dan bisa bermanfaat , itulah bakat  kita yang sesungguhnya.  Banyak orang yang mengerjakan sesuatu dengan terpaksa dan dikerjakan dengan asal-asalan. Sak isone. Sehingga hasilnya akan kurang baik. Begitupun Orangtua, jangan terlalu memaksakan kehendaknya agar anaknya menjadi ini, menjadi itu.

 

Ingat bahwa tugas utama kita sesuai modul yang sudah ada, yaitu beribadah kepada Allah SWT.

 

Bentuk beribadah kepada Allah bermacam-macam, yang penting dilakukan dengan cara yang baik dan tentunya dengan niat Lillahi Ta’ala. Apapun pekerjaan yang Anda lakukan, jika diniatkan kepada Allah, insya Allah bernilai ibadah. Kecuali Anda berniat mencuri secara berjamaah dan hasilnya akan dibagikan kepada fakir miskin, ini mah sama saja Anda buka laundry, dengan air kencing sebagai pembilasnya. Please deh jangan ditiru tuh ajarannya mas Robin Hood. Cukup memanahnya saja yang ditiru.  

 

Kalo mau meniru itu para sahabat Rasulullah SAW. Para sahabat memiliki keunikannya masing-masing. Umar r.a dan Abu Bakar r.a misalnya, walaupun termasuk manusia unggulan setelah Nabi, keduanya memiliki karakter yang tidak sama. Umar r.a  dikenak sebagai sosok yang keras dan tegas, sedangkan Abu Bakar r.a mempunyai karakter yang lembut dan penuh perasaan. Berbeda tetapi tetap unggul.

 

Sahabat Nabi yang lain juga mempunyai bakat yang berbeda beda. Bilal dengan suara merdunya, Abdurahman Bin Auf yang bakat menjadi pedagang, Ali bin Abi Thalib yang cerdas sehingga di kenal sebagai gerbang ilmu, dan masih banyak Sahabat Nabi yang mempunyai bakat yang berbeda-beda tetapi unggul dan bermanfaat.

 

Demikian dengan kita, pasti mempunyai bakat yang berbeda dengan orang lain. Jadi ndak perlu iri atau merasa rendah diri jika ada orang lain yang sepertinya lebih berbakat. Ikan ndak pernah iri kepada monyet yang punya bakat memanjat pohon, sebaliknya monyet juga  tidak akan minder walaupun ndak bisa berenang. Kalau Anda tetep ingin memyamai bakat orang lain, itu sama saja Anda berharap ada ikan yang bisa memanjat pohon. Ra bakal iso.

 

Hal yang perlu kita lakukan adalah menemukan bakat sesungguhnya kita itu apa. Dengan selau bersyukur atas apa yang diberikan kepada Allah SWT dan maksimalkan kemampuan diri agar selalu bermanfaat bagi sesama, insya Allah kita akan menemukan bakat kita. Proses ini memerlukan waktu yang cukup lama. Silahkan dicari dengan cara mencoba berbagai hal, terutama berbagai bidang yang belum Anda geluti sebelumnya.

 

Pada saat melalui proses ini, banyak yang tidak sabaran, inginnya instan. Lha wong Mie instan saja memasaknya perlu waktu juga kok. Kalo kata mas Dewa Eka, sama-sama terbuat dari karbon tapi karena beda proses maka hasilnya akan beda. Arang dan Intan sama-sama terbuat dari Karbon. Arang prosesnya sebentar dan hanya memerlukan api yang biasa, berbeda dengan Intan yang harus memakan waktu yang lama dan merasakan panas yang luar biasa. Kekuatan yang dihasilkan Arang dan Intan pun berbeda. Arang mudah hancur sedangkan Intan perlu alat khusus untuk membelahknya. Harganya pun juga sangat berbeda.

 

Sudah saatnya Anda menemukan bakat Anda yang sesungguhnya. Hal-hal yang menurut Anda sukai, mudah dikuasai, hasilnya bagus dan bisa bermanfaat bagi banyak orang itulah bakat Anda. Bakat juga bisa dikatakan  jika pikiran, perasaan dan perbuatan Anda yang berulang-ulang dapat dimanfaatkan untuk produktivitas. Segera temukan bakat Anda, ndak perlu iri dengan orang lain karena setiap orang akan “ Limited Edition “ dan akan ketemu bakatnya tepat pada waktunya. Tugas kita mencari dan menemukan dan jangan lupa minta do’a restu kepada kedua orangtua. Namanya juga mencari bukan delivery pasti butuh waktu.

 

Bagikan: