oleh: panitia
Materi pertama akan dipresentasikan oleh Ustadzah Evi Ni’matuzzakiyah² dengan tema “Psikologi Anak”. Beliau adalah seorang yang sangat “care” terhadap perkembangan anak-anak dan remaja. Beliau juga seorang penulis buku-buku yang inspiratif …
Yogyakarta, 6 Agustus 2010. Esok pagi hajat besar Badko TKA-TPA Kota Yogyakarta yang didukung oleh Kementerian Agama Kantor KOta Yogyakarta dalam rangka meng-”upgrade keterampilan ustadz-ustadzah TKA-TPA sebagai pendidik generasi-belia bangsa. Sabtu, 7 Agustus 2010, mengambil tempat di Masjid Al Munawwaroh¹ Baciro, Jl. Timoho 11, acara ini akan menyajikan dua buah materi bahasan kepada peserta yang dibawakan
oleh ahlinya.
Materi pertama akan dipresentasikan oleh Ustadzah Evi Ni’matuzzakiyah² dengan tema “Psikologi Anak”. Beliau adalah seorang yang sangat “care” terhadap perkembangan anak-anak dan remaja. Beliau juga seorang penulis buku-buku yang inspiratif, penyusun makalah-makalah yang menggugah, juga pemateri seminar dan talkshow yang edukatif. Di antara karyanya adalah:
- Buku “Berani Mengambil Keputusan” (Memantapkan Hati Menerima Pinangan di Usia Muda)
- Buku “Women of Heaven” (Menjadi Wanita yang Dirindu Surga)
- Buku “Cinta Kita, Beda!!” (ditulis bersama suami, M. Nazhif Masykur, tahun 2005)
- Makalah “Ubah Dunia Dengan Karya”
Materi pertama ini merupakan bekal dasar yang wajib dipelajari oleh setiap penggiat TKA-TPA agar mampu menilai secara cermat situasi dan kondisi yang dihadapi anak didik dan mampu mengambil pilihan penyikapan yang paling tepat dalam memperlakukan santriwan-santriwati sesuai dengan alam dunia anak-anak.
Adapun, materi kedua yang bertema “Teknik BCM (Bermain, Cerita, dan Menyanyi)” akan dibawakan oleh seorang penulis, konsultan majalah dakwah, trainer, pendongeng, dan juga pengelola sanggar kreativitas anak, yaitu Ustadz Sutrisno. Beliau adalah sosok sederhana yang memiliki “concern” istimewa terhadap tumbuh kembang generasi Islam, baik anak-anak, remaja, maupun pemudanya.
Materi kedua ini membekalkan keterampilan BCM yang sangat penting bagi pendidik demi mampu menghantarkan berbagai ilmu kepada para muslim belia secara lebih komunikatif, atraktif, dan efektif. Metode ini merupakan jurus jitu dalam menanamkan wawasan, akhlak, semangat, dan keceriaan kepada anak sebagai audiens dan sebagai objek didik.
========
Catatan:
¹ Masjid Al Munawaroh menggantikan Masjid Diponegoro Kompleks Balaikota yang rencana semula akan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan acara.
² Ustadzah Evi Ni’matuzzakiyah menggantikan Ustadz Muhammad Nazhif Masykur sebagai pemateri pertama.


